Main Article Content

Abstract

Kuta Lodge Homestay di Kuta Mandalika memiliki potensi besar sebagai akomodasi wisata, namun masih menghadapi sejumlah tantangan operasional, seperti rendahnya responsivitas staf, belum tersedianya prosedur pembersihan kamar yang terstandarisasi, pengelolaan sampah yang kurang optimal, serta minimnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi. Program pengabdian ini dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan tersebut melalui pelatihan, pendampingan, dan implementasi langsung di lapangan. Kegiatan utama meliputi pelatihan pelayanan responsif, praktik prosedur pembersihan kamar, pelatihan pemilahan dan pengelolaan sampah, serta penguatan strategi promosi digital. Pelaksanaan dilakukan dengan pendekatan partisipatif melalui workshop, diskusi, simulasi, praktik lapangan, observasi, dan penyebaran kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh aspek yang ditargetkan. Staf menjadi lebih cepat dan efektif dalam merespons kebutuhan tamu serta menunjukkan komunikasi yang lebih baik. Prosedur pembersihan kamar yang sebelumnya tidak terstruktur kini menjadi lebih sistematis dan konsisten, sehingga meningkatkan kenyamanan tamu. Pengelolaan sampah juga mengalami perbaikan melalui penerapan sistem pemilahan organik–anorganik yang membantu menciptakan lingkungan homestay yang lebih bersih dan sehat. Selain itu, promosi digital mulai dioptimalkan melalui pembuatan konten visual dan penggunaan platform seperti Instagram dan Facebook, yang berdampak pada meningkatnya visibilitas daring dan minat pemesanan. Secara keseluruhan, program ini berhasil meningkatkan kompetensi staf, efisiensi operasional, kebersihan lingkungan, serta kemampuan promosi digital homestay. Dampak tersebut berkontribusi pada peningkatan tingkat kepuasan tamu dan memperkuat daya saing Kuta Lodge Homestay di era pariwisata digital. Program ini juga menjadi fondasi bagi pengembangan berkelanjutan melalui pelatihan lanjutan dan monitoring berkala.


--


Kuta Lodge Homestay in Kuta Mandalika has considerable potential as a tourist accommodation but continues to face several operational challenges, including limited staff responsiveness, the absence of standardized room cleaning procedures, inadequate waste management, and minimal utilization of social media for promotion. This program was implemented to address these issues through training, mentoring, and hands-on field activities. Key interventions included strengthening responsive service skills, practicing standardized room cleaning procedures, introducing proper waste sorting and management, and optimizing the use of digital platforms for marketing. The activities were conducted using a participatory approach involving workshops, group discussions, simulations, direct practice, observations, and questionnaires. The results demonstrate notable improvements across all targeted aspects. Staff became more responsive in handling guest needs, service delivery became quicker and more effective, and communication improved significantly. Room cleaning operations, previously unstructured, became more systematic and consistent after the adoption of standard procedures. Waste management practices also improved, shifting from open burning to an organic–inorganic sorting system that fostered a cleaner and healthier homestay environment. Additionally, digital promotion efforts became more active, with the homestay managers producing visual content and utilizing social media platforms such as Instagram and Facebook, which led to increased online visibility and booking inquiries. Overall, the program proved effective in enhancing staff competence, operational efficiency, environmental cleanliness, and digital marketing capacity. These improvements contributed to greater guest satisfaction and strengthened the competitiveness of Kuta Lodge Homestay in the digital tourism era. The program also provides a strong foundation for sustainable development through continued training and supervision.

Keywords

pembersihan kamar pengelolaan sampah promosi digital pelayanan responsif homestay

Article Details

References

  1. Adi, A. A. K. K. (2022). Penerapan SOP (standard operating procedure) butler di Villa Massilia: SOP for implementation (standard operating procedure) butler at Villa Massilia. Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis, 1(1), 24–38.
  2. Annishia, F. B., & Riswanto, R. (2020). Evaluasi penerapan standar operasional prosedur Housekeeping Department dalam penyediaan bath towel di The Acacia Hotel Jakarta. Journal FAME: Journal Food and Beverage, Product and Services, Accommodation Industry, Entertainment Services, 3(1).
  3. Arifin, N. Y. (2022). Perancangan sistem informasi pengelolaan homestay. Engineering and Technology International Journal, 4(02), 73–79.
  4. Aris. (2023, Maret 15). Pengertian akomodasi dan bentuk akomodasi. Gramedia Literasi. https://www.gramedia.com/literasi/bentuk-akomodasi/
  5. Haq, A. M. (n.d.). Pentingnya penerapan standard operasional prosedur dalam pelayanan yang diberikan oleh karyawan terhadap tamu di Ruby Resto Royal Hotel n’Lounge Jember. [Unpublished manuscript or thesis if no journal identified]
  6. Insani, Y. D., & Setiyariski, R. (2020). Meningkatkan kualitas pelayanan front office department melalui tugas dan tanggung jawab concierge pada Hotel Savoy Homann. Jurnal Kajian Pariwisata, 2(1).
  7. Kutari, Y., & Cahaya, N. (2025, Januari 8). Dinas Pariwisata NTB klaim 3,6 juta kunjungan wisatawan ke NTB pada 2024. Lombok Post. https://lombokpost.jawapos.com/ntb/1505499048/dinas-pariwisata-ntb-klaim-36-juta- kunjungan-wisatawan-ke-ntb-pada-2024
  8. Mardiyati, M. (2021). Akomodasi komunikasi antar budaya pada penyesuaian diri mahasiswa perantauan asal Sumatra di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Bachelor’s thesis, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta).
  9. Nurlena, N., Musadad, M., & Ratna, R. (2018). Implementasi strategi STP (segmentation, targeting & positioning) di Desa Wisata Rumah Dome, Sleman, Yogyakarta. National Conference of Creative Industry.
  10. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. (n.d.). [Judul dataset]. Portal Data Terbuka NTB. https://data.ntbprov.go.id/dataset/9e270f88-a604-4640-a4f0-24c996122b92/show
  11. Rahmawati, P., Lestari, H. D., & Wahyuni, S. (2024). Pengaruh kualitas layanan dan fasilitas terhadap tingkat kunjungan wisatawan di Taman Rekreasi Kalianget Wonosobo. KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis, 3(4).
  12. Risman, A., Wibhawa, B., & Fedryansyah, M. (2016). Kontribusi pariwisata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Prosiding KS, 3(1).
  13. Singgalen, Y. A. (2023). Penerapan metode CRISP-DM untuk optimalisasi strategi pemasaran STP (Segmenting, Targeting, Positioning) layanan akomodasi hotel, homestay, dan resort. Jurnal Media Informasi Budidarma, 7(4), 1980–1993.
  14. Soemantri, N. P. (2019). Adaptasi budaya mahasiswa asal Indonesia di Australia. WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 18(1), 46–56.
  15. Wardhana, L. R. W. (2025). Mengkaji strategi promotion mix pada tahap Tourism Area Life Cycle (TALC) Desa Wisata Tetebatu. Jurnal Internasional Ilmu Sosial, 5(1), 17–26.
  16. Winarno, G. D., Darmawan, A., Rusita, R., & Wahyuni, E. (2023). Persepsi masyarakat terhadap homestay untuk ekowisata di Suoh Lampung Barat. Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan, 2(2), 146–158.